Permohonan SBU Konstruksi untuk Perusahaan Skala Besar, Sebaiknya Pahami Ini

Permohonan SBU konstruksi perusahaan besar perlu dipersiapkan berdasarkan kemampuan usaha yang memang memenuhi kualifikasi tersebut. Istilah perusahaan besar dalam konteks ini bukan sekadar menggambarkan jumlah karyawan, nilai aset, atau banyaknya proyek yang pernah dikerjakan. Ada sejumlah aspek yang digunakan dalam penilaian kualifikasi badan usaha jasa konstruksi.

sbu konstruksi kualifikasi besar

Sebelum masuk ke tahap permohonan, mari pahami dulu seperti apa perusahaan yang dapat memenuhi kualifikasi besar dan apa saja yang perlu diperhatikan.

Seperti Apa Perusahaan Pemegang SBU Kualifikasi Besar?

Kualifikasi besar menunjukkan bahwa badan usaha memiliki kemampuan untuk menjalankan pekerjaan konstruksi dengan skala dan persyaratan tertentu. Penilaiannya tidak berdiri pada satu indikator saja.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Penjualan tahunan, yang menjadi salah satu ukuran kemampuan usaha.
  • Kemampuan keuangan, sesuai ketentuan kualifikasi dan jenis usaha.
  • Tenaga kerja konstruksi, termasuk pemenuhan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan subklasifikasi.
  • Peralatan konstruksi, yang menjadi bagian dari penilaian kemampuan badan usaha.
  • Persyaratan manajemen tertentu, sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Permen PUPR No. 8 Tahun 2022 juga mengatur pemenuhan sertifikat standar jasa konstruksi dan penilaian kemampuan badan usaha, termasuk aspek penyediaan peralatan konstruksi. Untuk BUJK kualifikasi besar, ketentuan tersebut mensyaratkan paling sedikit tiga peralatan utama untuk pekerjaan konstruksi yang penilaian peralatannya berlaku.

1. Penjualan Tahunan Menjadi Salah Satu Ukuran

Pertama, penjualan tahunan menjadi salah satu pembeda yang cukup jelas. Untuk pekerjaan konstruksi yang bersifat umum, ketentuan pemerintah menetapkan penjualan tahunan paling sedikit Rp50 miliar untuk kualifikasi besar. Angka yang sama juga berlaku sebagai batas minimal untuk pekerjaan konstruksi terintegrasi kualifikasi besar.

Namun, angka tersebut sebaiknya tidak dipahami sebagai satu-satunya syarat. Kemampuan usaha tetap perlu dilihat bersama aspek lain yang menjadi persyaratan sertifikasi.

2. Tenaga Kerja dan Peralatan Ikut Menentukan

Perusahaan yang mengajukan kualifikasi besar juga perlu memastikan sumber daya konstruksinya sesuai. Tenaga kerja konstruksi harus memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan kompetensi dan kebutuhan subklasifikasi yang diajukan.

Begitu pula dengan peralatan. Kualifikasi besar memiliki persyaratan penyediaan peralatan yang perlu dibuktikan sesuai ketentuan. Artinya, perusahaan tidak cukup mengandalkan riwayat proyek atau nilai penjualan untuk menunjukkan kapasitas usahanya.

SBU Besar Tetap Memiliki Ruang Lingkup Usaha

Memiliki SBU kualifikasi besar bukan berarti perusahaan otomatis memiliki kewenangan untuk mengerjakan seluruh jenis pekerjaan konstruksi.

Namun, SBU tetap berkaitan dengan klasifikasi dan subklasifikasi usaha yang dimiliki. Oleh karena itu, perusahaan perlu menentukan ruang lingkup usaha terlebih dahulu sebelum mengajukan sertifikasi.

Hal ini penting terutama bagi perusahaan yang memiliki kegiatan konstruksi cukup beragam. Kualifikasi menunjukkan tingkat kemampuan badan usaha, sedangkan klasifikasi dan subklasifikasi menunjukkan bidang usaha yang tercakup dalam sertifikasi.

Apa yang Perlu Disiapkan untuk Permohonan SBU Besar?

Setelah ruang lingkup usaha ditentukan, perusahaan dapat memeriksa kesiapan data dan persyaratannya. Secara umum, perhatian dapat diarahkan pada:

  • Data badan usaha dan legalitas perusahaan.
  • Data penjualan tahunan serta kemampuan keuangan.
  • Tenaga kerja konstruksi yang memenuhi persyaratan kompetensi.
  • Peralatan konstruksi sesuai kebutuhan dan ketentuan.
  • Klasifikasi dan subklasifikasi yang akan dicantumkan dalam SBU.

Persyaratan tersebut perlu disesuaikan dengan jenis usaha dan subklasifikasi yang dipilih. Jadi, jangan langsung mengumpulkan seluruh dokumen sebelum mengetahui ruang lingkup SBU yang hendak diajukan.

Bagaimana Proses Permohonan SBU Konstruksi Perusahaan Besar?

Secara garis besar, prosesnya dapat dimulai dengan menentukan klasifikasi, subklasifikasi, dan kualifikasi usaha yang sesuai. Setelah itu, perusahaan menyiapkan data badan usaha beserta persyaratan kemampuan usaha, tenaga kerja, dan peralatan.

Permohonan SBU kemudian diproses melalui mekanisme sertifikasi yang berlaku. Permen PUPR No. 8 Tahun 2022 mengatur tata cara pemenuhan sertifikat standar jasa konstruksi dalam rangka mendukung perizinan berusaha. Regulasi tersebut saat ini berstatus berlaku.

Karena itu, persiapan sejak awal penting agar data perusahaan yang diajukan konsisten dengan kemampuan usaha dan ruang lingkup SBU yang dituju.

Pastikan Kualifikasi Besar Sesuai Kondisi Perusahaan

Perusahaan besar sebaiknya mempersiapkan SBU konstruksi dengan melihat kondisi perusahaan secara menyeluruh. Pemohon perlu memeriksa penjualan tahunan, kemampuan keuangan, tenaga kerja, peralatan, serta klasifikasi dan subklasifikasi sebelum mengajukan permohonan.

Jika Anda membutuhkan pendampingan untuk menentukan kebutuhan SBU dan mempersiapkan proses sertifikasinya, tim Kreasi Mandiri telah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Kami siap membantu menyesuaikan proses dengan kondisi dan ruang lingkup usaha perusahaan Anda.

FAQ

Berapa penjualan tahunan untuk SBU kualifikasi besar?

Untuk pekerjaan konstruksi umum, batas penjualan tahunan kualifikasi besar adalah paling sedikit Rp50 miliar.

Apakah SBU besar bisa digunakan untuk semua pekerjaan konstruksi?

Tidak otomatis. SBU tetap memiliki klasifikasi dan subklasifikasi yang menentukan ruang lingkup usaha.

Berapa peralatan utama untuk kualifikasi besar?

Permen PUPR 8/2022 menetapkan paling sedikit tiga peralatan utama bagi BUJK kualifikasi besar pada jenis usaha yang penilaian peralatannya berlaku.