Begini Pengurusan Siujk Melalui OSS Paling Mudah

Pengurusan SIUJK tidak melulu harus datang ke kantor LPJK, melainkan bisa diurus melalui OSS online. Mengurus SIUJK melalui OSS pastinya dapat memudahkan untuk Anda yang ingin memiliki SIUJK namun tidak memiliki waktu pengurusannya. Karena pengurusan siujk melalui OSS bisa diakses dimanapun dan kapanpun Anda akan mengurusnya. Nah buat Anda yang ingin mengurus SIUJK, dan Anda mencari cara bagaimana pengurusan SIUJK melalui OSS agar lebih mudah, Kami akan memberikan informasinya kepada Anda.

Ya, SIUJK yang dikeluarkan oleh pemerintah, jadi apabila Anda ingin mendapatkannya maka harus mengajukannya ke pemerintah. Pengajuan tersebut dapat dilakukan melalui OSS onlone. OSS sendiri adalah singkatan dari Online Single Submission atau Perizinan Berusaha Terintegrasi. OSS online dapat diakses di situs resminya http://oss.go.id.

Cara Pendaftaran OSS

Apabila Anda akan menggunkan fasilitas pada OSS, maka Anda perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu. Ini untuk memastikan bahawa badan usaha milik Anda sudah terdaftar resmi di Kemenkumham. Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk pendaftaran OSS adalah sebagai berikut :

  • Membuat User ID Pada OSS System

Untuk pembuatan user ID, yang perlu dilakukan adalah klik “Daftar” dan mengisi form yang telah disediakan.

Catatan: dalam pengisian NIK, maka data NIK yang diisikan adalah NIK penanggung jawab perusahaan (CV/PT) tersebut. Begitu pula dengan email, sebaiknya menggunakan email  milik perusahaan untuk aktivasi ak

  • Lakukan Pengecekan Email

Sesudah pendaftaran, sistem OSS akan mengirim 2 email, yaitu untuk aktivasi dan memberikan data akses akun OSS Anda.

  • Login ke sistem OSS

Selanjutnya Anda bisa masuk ke sistem OSS login dengan menggunakan user ID yang sudah dibuat. Setelah itu, baru Anda dapat mengajkan beberapa izin tergantung kebutuhan dari Anda maupun perusahaan Anda.

Syarat Mengajukan SIUJK

Pengurusan SIUJK melalui OSS, perlu dipahami bahwa terdapat tahap lanjutan yang perlu diurus. Artinya, sebelum Anda maju ke langkah ini pastikan Anda sudah mengetahui apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk pengurusan SIUJK. Dokumen yang dibutuhkan meliputi dokumen standar tentang badan usaha milik Anda. Misalnya  : akta pendirian CV/PT, SKT dari Kemenkumham, NIB, NPWP perusahaan, dan PKP (Pengusaha Kena Pajak). Semua dokumen tersebt, seharusnya sudah Anda dapatkan di notaris dan KPP (Kantor Pelayanan Pajak).

Apabila belum, maka sebaiknya Anda memproses terlebih dahulu atau menghubungi notaris Anda. Selain itu, sebagai pengusaha konstruksi Anda juga harus tergabung dalam asosiasi jasa konstruksi di daerah Anda. Ini dibuktikan dengan kepemilikan KTA atau Kartu Tanda Anggota asosiasi yang digunakan nantinya. Asosiasi tempat Anda bergabung, pastikan sudah terakreditasi secara nasional oleh LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi). Jika tidak, KTA Anda tidak akan dapat digunakan untuk pengurusan Sertifikasi Tenaga Ahli/Terampil dari LPJK.

Akreditasi ini akan memberikan jaminan mutu bahwa kemampuan konstruksi Anda diakui secara nasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Daftar asosiasi pengusaha jasa konstruksi yang terakreditasi dapat dilihat di laman resmi LPJK: www.lpjk.net.

Langkah-Langkah Pengajuan SIUJK Melalui OSS

Dalam pengurusan SIUJK melalui OSS, pada dasarnya terdapat 3 tahap yang harus dilalui yaitu Sertifikasi Tenaga Ahli/Terampil, Sertifikasi Badan Usaha, dan IUJK OSS. SKA dan SBU diurus melalui LPJK, dan SIUJK diurus melalui OSS sebagaimana yang telah disebutkan. Lebih lengkapnya untuk mengurus SIUJK melalui OSS yang bisa dilakukan adalah :

  • Sertifikasi Tenaga Ahli/Terampil (SKA/SKT)

Antara SKA dan SKT terdapat perbedaan, SKA dimiliki lebih ke intelektualitas, sedangkan SKT dimiliki lebih ke skill atau kemampuan. Oleh sebab itu, dalam pengurusan sertifikasi tenaga ahli dibutuhkan dokumen yang dibutuhkan terkait manajerial. Sedangkan untuk sertifikat tenaga terampil, cukup dokumen standar karena yang akan dinilai adalah keterampilannya.

Oleh karena itu, dalam sertifikasi tenaga ahli dibutuhkan dokumen-dokumen tambahan terkait manajerial. Sedangkan dalam sertifikasi tenaga terampil, cukup dokumen standar karena yang akan dinilai adalah keterampilannya.

Berikut dokumen yang dibutuhkan untuk pengurusan SKA dan SKT :

Sertifikasi Tenaga Ahli

  • Fotokopi Ijazah yang dilegalisir
  • Daftar pengalaman kerja
  • Kompetensi kerja pemohon
  • Fotokopi e-KTP
  • Fotokopi NPWP perorangan
  • Surat pernyataan bahwa semua dokumen benar adanya
  • Pemeriksaan langsung oleh SIKI-LPJK Nasional.

Sertifikasi Tenaga Terampil

  • Fotokopi Ijazah yang dilegalisir
  • Daftar pengalaman kerja
  • Fotokopi e-KTP
  • Surat pernyataan bahwa semua dokumen benar adanya
  • Pemeriksaan langsung oleh SIKI-LPJK Nasional.
  1. Sertifikasi Badan Usaha (SBU)

Setelah dilakukan pembuatan SKA dan SKT, selanjutnya hal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan pengurusan SBU yang dilakukan di LPJK. Ini dilakukan apabila usaha Anda sudah berbentuk badan usaha, namun jika berupa usaha perorangan, maka izin yang harus diurus adalah TDUP (Tanda Daftar Usaha Perorangan).

Untuk pengurusan SBU, berikut dokumen yang harus diurus :

  • Dokumen standar badan usaha (CV/PT). Anda bisa lihat di pengurusan PT dan CV.
  • Kartu Tanda Anggota Asosiasi Terakreditasi LPJK.
  • SKA/T (Sertifikat Tenaga Ahli/Terampil)
  • Neraca dan laporan keuangan perusahaan
  • Struktur organisasi perusahaan
  • Fotokopi e-KTP dan KK pendiri perusahaan yang bertanggung jawab
  • Foto penanggung jawab perusahaan berlatar merah dan berukuran 4×6 sebanyak 4 lembar.

SBU ini wajib dimiliki berdasarkan Pasal 30 UU Jasa Konstruksi.

  1. SIUJK

Setelah SKA/SKT Pendaftaran SIUJK dilakukan secara online melalui laman OSS. Adapun dokumen yang dibutuhkan dalam pengurusan SIUJK melalui OSS sebagai berikut.

  • Semua dokumen yang dibutuhkan dalam pengurusan SBU.
  • SPPL (Surat Kesanggupan Memanfaatkan dan Mengelola Lingkungan Hidup).
  • Surat Izin Tetangga depan, belakang, kanan, dan kiri ( UUG dan HO).
  • Foto kantor perusahaan (plang, eksterior, interior)
  • IMB dan bukti pembayaran PBB kantor (jika milik sendiri)
  • Perjanjian sewa bangunan, surat pernyataan tidak keberatan dari pemilik bangunan, dan fotokopi KTP-nya (jika kantor sewaan)>

Pastikan Anda juga telah menyimpan soft copy dari beberapa dokumen yang disebutkan diatas. Agar proses berjalan dengan lancar juga agar suatu saat dibutuhkan dokumen itu lagi, Anda sudah mempersiapkannya dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.