Konsekuensi Jika Perusahaan Tidak Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)

Pemerintah sudah memberikan kemudahan kepada pelaku usaha dalam pengurusan izin usaha lebih mudah dengan adanya kepemilikan Nomor Induk Berusaha. Sayangnya, banyak sekali pelaku usaha yang mengabaikan hal tersebut. Banyak yang mengira pengurusannya terlalu ribet, dan membutuhkan banyak waktu untuk mengurusnya. Di tahun 2020 ini, setiap pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang konstruksi, diwajibkan untuk memiliki NIB.

Pentingnya Memiliki NIB Untuk Pelaku Usaha

Pelaku usaha yang tidak memiliki NIB tentu saja ada konsekuensi yang didapatkan oleh perusahaan tersebut. Hal ini sesuai yang tertera di dalam undang-undang Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Masyarakat kini diperkenalkan produk perizinan yang baru bernama NIB.

NIB sendiri diterbitkan oleh lembaga OSS, yang diberikan setelah perusahaan melakukan pendaftaran melalui pengisian data secara lengkap dan mendapatkan NPWP. Kepemilikan NIB dapat digunakan untuk mendapatkan izin usaha dan izin komersial atau operasional, hal ini termasuk untuk memenuhi persyaratan izin usaha dan izin komersial. Selain itu, NIB juga dapat dijadikan sebagai Tanda Daftar Perusahaan, Angka Pengenal Impor, dan hak akses kepabeanan.

Menurut yang tertera di pasal 104 PP 24/2018 pelaku usaha yang sudah mendapatkan izin usaha, dan izin komersial atau operasional dan memerlukan izin usaha yang baru untuk pengembangan usahanya. Maka harus memperhatikan ketentuan berikut :

  • Pengajuan dan penerbitan perizinan berusaha untuk pengembangan usaha dan/atau kegiatan atau komersial atau operasional dilakukan melalui sistem OSS dengan melengkapi data, komitmen, dan/atau pemenuhan komitmen sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah ini;
  • Izin usaha dan/atau izin komersial atau operasional yang telah diperoleh dan masih berlaku sesuai bidang usaha dan/atau kegiatan tetap berlaku dan didaftarkan ke sistem OSS;
  • Pelaku usaha akan diberikan NIB yang sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah saat ini.

Dari ketentuan tersebut, dapat disimpulkan apabila perusahaan memiliki izin usaha dan izin komersial atau operasional yang berlaku, maka tak perlu mendaftarkan perizinan di OSS untuk memperoleh NIB.

Lalu Bagaimana Jika Pelaku Usaha Tidak Memiliki NIB? Apa Konsekuensinya?

Pelaku usha yang tidak memiliki NIB pada dasarnya tidak ada konsekuensi yang didapatkan. Hanya saja, tidak memiliki NIB maka pelaku usaha tersebut tidak akan mendapatkan kemudahan yang dimiliki perusahaan yang memiliki NIB. Misalnya saja sesuai peraturan yang tertera di Peraturan Menteri Keuangan No. 71/PMK.04/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik di Bidang Kepabeanan, Cukai, dan Perpajakan. Pelaku usaha yang akan melakukan ekspor dan import diharuskan untuk registrasi kepabeanan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan akses kepabeanan. Nah untuk melakukan registrasi, maka pelaku usaha harus  memiliki NIB.

Selain itu, di beberapa bank juga mensyaratkan perusahaan untuk memiliki NIB apabila ingin membuka rekening perusahaan. Jadi, meskipun NIB bukan merupakan suatu kewajiban untuk pelaku usaha, namun kepemilikan NIB diperlukan untuk dapat memperlancar kegiatan usaha.

Kesimpulan yang didapatkan dari informasi diatas, maka sudah SEHARUSNYA bagi perusahaan untuk memiliki NIB. Bagi Anda yang belum memiliki NIB, maka Anda harus mengurusnya sekarang melalui jasa Kami. Kami Adhikari Kreasi Mandiri melayani pengurusan pembuatan NIB bagi Anda yang berdomisili di jabodetabek. Informasi dan konsultasi seputar layanan pembuatan NIB, segera konsultasikan kepada Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.