Jasa konsultan CSMS – Profesi kontraktor menjadi salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko bahaya yang cukup tinggi. Untuk memastikan perusahaan yang bergerak di bidang ini mampu melindungi para tenaga kerjanya, dibuatlah sistem bernama CSMS (Contractor Safety Management System) yang termasuk bagian dari SMK3 (Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Pemilik usaha wajib tahu, saat ini pemerintah sudah mewajibkan SMK3 untuk perusahaan yang mempekerjakan 100 lebih tenaga kerja atau lingkup profesinya mempunyai risiko bahaya yang besar.
Perusahaan yang membutuhkan CSMS sebagai standar keselamatan antara lain seperti perusahaan kontraktor gedung, usaha pertambangan, industri manufaktur skala besar, usaha pengeboran minyak bumi dan gas alam, dan sebagainya.
Setelah mengetahui hal mendasar mengenai CSMS, selanjutnya kami ingin menjelaskan kepada Anda apa saja poin penting dalam dokumen keselamatan ini. Dengan demikian, akan lebih mudah untuk mengetahui pengaruh penerapan manajemen keselamatan kontraktor untuk jangka panjang.
Manfaat Penerapan CSMS Bagi Perusahaan dan Tenaga Kerja
Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mengurus dokumen CSMS. Mulai dari peningkatan produktivitas hingga kesejahteraan tenaga kerja. Berikut ini beberapa hal lainnya yang bisa diperoleh dengan menerapkan CSMS.
- Meningkatkan efektivitas pada sistem pengelolaan badan usaha dalam lingkup Health (Kesehatan), Security (Keamanan) dan Environment (Lingkungan) atau biasa disebut sebagai bidang HSE.
- Mengurangi insiden kecelakaan di tempat kerja
- Memastikan tenaga kerja memperhatikan keselamatan mereka saat menjalankan tugas dan profesinya. Hal ini bisa berupa menggunakan alat keselamatan dan mematuhi aturan dari perusahaan
- Memberikan jaminan pengerjaan proyek yang lebih baik dengan adanya peningkatan produktivitas
Meskipun manfaat di atas tidak bisa dirasakan secara langsung, tetapi pengaruhnya sangat besar untuk jangka panjang.
Sampai kapan pun persoalan keselamatan kerja akan terus relevan dan dibutuhkan oleh perusahaan, bahkan jika di masa depan ada perubahan terhadap nama ataupun nilai-nilai dari safety management tersebut.
Tahapan dan Proses Pembuatan CSMS
Ada setidaknya 6 tahap utama dalam mengurus CSMS, berikut ini proses yang perlu dilalui oleh setiap badan usaha untuk memperoleh dokumen pengakuan ini.
1. Risk Assessment (Asesmen Risiko)
Risk assessment adalah suatu proses untuk menganalisis tingkatan risiko dari pekerjaan atau profesi dalam suatu badan usaha.
Hal yang dikerjakan ada dua, antara lain: memperkirakan risiko aktivitas pekerjaan dan menggolongkan risiko menurut kategorinya (rendah, menengah, dan tinggi).
2. Pre-Qualification (Pra-Kualifikasi)
Selanjutnya, tim akan melakukan tahapan untuk menilai kualifikasi dan kesiapan kontraktor dalam K3. Hanya mereka yang memenuhi kriteria saja yang bisa lanjut ke tahap berikutnya.
3. Selection (Seleksi)
Proses penentuan kontraktor terbaik supaya dapat ikut serta dalam pengerjaan proyek tender. Tim seleksi mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi dan latar belakang kontraktor dalam proses ini.
4. Pre Job Activity (Aktivitas Sebelum Bekerja)
Ini adalah langkah lanjut untuk membuka komunikasi pertama antara perusahaan dan kontraktor. Tujuan dari ini adalah untuk memastikan seluruh tim pelaksana proyek memahami aspek HSE dengan baik.
5. Work On Progress (Pekerjaan Berjalan)
Melakukan inspeksi keselamatan kerja, melakukan investigasi dalam insiden kecelakaan kerja, dan sebagainya.
6. Final Evaluation (Evaluasi Akhir)
Terakhir, tim akan melakukan evaluasi untuk mendokumentasikan bagian-bagian yang masih perlu di perbaiki. Dengan demikian, ada acuan untuk memperbaiki kualitas dari pekerja profesional.
Tim evaluasi akan menyimpan hasilnya dalam bentuk dokumen dan data, sebagai bagian dari dokumentasi CSMS.
Jasa Konsultan CSMS Untuk Perusahaan
Setelah mengetahui penjelasan mendasar mengenai CSMS, selanjutnya kami ingin membahas pentingnya peran konsultan untuk membantu badan usaha memperoleh dokumen CSMS tersebut dan mengimplementasikannya dengan baik.
Ya, pada faktanya akan sulit bagi badan usaha untuk mengurus sistem manajemen seperti ini tanpa bantuan tenaga profesional. Apa saja peran jasa konsultan CSMS dalam pembuatan dokumen ini?
Memberikan Solusi Untuk Pencapaian Awareness
Badn usaha pasti menghadpai tantangan tersendiri saat menerapkan setiap sistem manajemen secara menyeluruh. Salah satunya datang dari tenaga kerja atau karyawan dan staff, yang mungkin belum mengetahui apa itu CSMS.
Ini adalah masalah di bagian awareness (kesadaran) dari para staff dan personel. Tidak ada jalan pintas untuk mengatasinya, badan usaha sebaiknya melakukan kerja sama dengan konsultan CSMS yang berpengalaman.
Mereka akan menerapkan metode sosialisasi yang tepat dan format pembahasan yang tepat untuk mengenalkan sistem ini dengan cara yang berbeda.
Memastikan SOP Perusahaan Sejalan dengan CSMS
Perusahaan perlu menyesuaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) mereka dengan CSMS. Dengan demikian, pekerja akan lebih mudah memahami peran mereka untuk menerapkan sistem tersebut.
Memberikan Solusi Ketika Ada Kendala
Pengurusan dokumen seperti ini tidak selalunya lancar, terkadang ada kendala baik itu kurang lengkapnya dokumen, hambatan internal, dan sebagainya. Namun, dengan menggunakan bantuan jasa konsultan CSMS maka hal ini bisa teratasi dengan baik.
Para profesional tentunya lebih memahami tindakan yang perlu di lakukan ketika menghadapi masalah dalam pengurusan dokumen CSMS.
Badan usaha dapat langsung berkonsultasi untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi. Mendiskusikannya dengan seorang konsultan adalah langkah terbaik.
Demikian penjelasan mengenai CSMS, semoga bisa bermanfaat. Hubungi jasa konsultan CSMS dari Kreasi Mandiri untuk mengetahui informasi lebih lanjut.