Cara Menggunakan Sistem OSS Untuk Perizinan Usaha

Dizaman sekarang perkembangan teknologi semakin maju. Proses pengurusan izin usaha juga telah mengalami perubahan. Proses yang dulunya manual, kini beralih ke digital. Selain itu, untuk mencapai percepatan dan peningkatan penanaman modal maupun perizinan usaha, baik itu pelaku usaha yang baru, maupun yang sudah berjalan. Maka diperlukan penataan sistem untuk menjadi lebih baik.

Penataan tersebut diharapkan dapat memberi kemudahan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha dalam mengurus izin usaha mereka. Sehingga bisnis usaha menjadi tidak terhambat. Nah untuk mendukung hal tersebut, maka pemerintah menerbitkan sistem pendaftaran perizinan berbasis elektronik yang kemudian disebut dengan OSS atau Online Single Submission.

Apa Itu OSS?

OSS atau online single submission merupakan program layanan perizinan berbasis website yang ditunjukkan untuk membantu pengaduan dan perizinan. Kemudian selanjutnya dilakukan proses penindahan oleh pemerintah. Sistem OSS tersebut juga telah terintegrasi dengan sistem-sistem perizinan dari lembaga pemerintah. Seperti sistem Administrasi Hukum Umum (AHU), Direktorat Jenderal Pajak untuk pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), administrasi kependudukan, maupun sistem perizinan lainnya.

Artinya, data badan usaha yang telah didaftarkan melalui sistem OSS merupakan data valid yang sudah terintegrasi. Perizinan terintegrasi elektronik ini juga telah diatur secara jelas didalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik.

Baca : Cara Pengurusan NIB Melalui OSS

Bagaimana Cara Menggunakan OSS?

Bila Anda ingin menggunakan sistem OSS ini, maka Anda perlu mengantongi pengesahan berupa akta pendiiran melalui AHU online (sistem pelayanan publik secara online milik Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia).

Adapun bila Anda akan mendaftar, syarat yang harus dipersiapkan antara lain :

  • Memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan menginputnya dalam proses pembuatan user-ID. Khusus untuk pelaku usaha berbentuk badan usaha, NIK yang didaftarkan adalah NIK penanggung jawab badan usaha;
  • Pelaku usaha berbentuk badan usaha seperti perusahaan (PT), yayasan, koperasi, CV, firma, dan persekutuan perdata menyelesaikan proses pengesahan badan usaha di Kementerian Hukum dan HAM melalui AHU online, sebelum mengakses OSS;
  • Pelaku usaha berbentuk badan usaha seperti perum, perumda, badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara, badan layanan umum atau lembaga penyiaran diharapkan dapat menyiapkan dasar hukum pembentukan badan usaha.

Kemudian, untuk langkah pertama yang harus dilakukan untuk menggunaka sistem OSS yaitu :

  • Pembuatan dan aktivasi akun OSS;
  • Pelaku usaha yang dapat mendaftarkan usahanya yaitu perorangan dan badan usaha termasuk UMKM baru maupun yang sudah berdiri.
  • Pelaku usaha mengakses OSS dengan menginput Nomor Identitas Kependudukan (NIK), email atau email perusahaan (untuk Badan Usaha) dan beberapa informasi lainnya.
  • Pelaku usaha akan menerima email berisi direct link untuk aktivasi akun OSS; dan
  • Pelaku usaha mengaktifasi akun OSS dan akan menerima email yang berisi User-ID beserta password.

Apakah Anda kesulitan dalam pendaftaran OSS? Silahkan menghubungi nomor Kami. Kami siap membantu Anda untuk pendaftaran OSS dan memberitahukan bagaimana cara penggunaan OSS. Hubungi Kami sekarang, Kami adalah biro jasa pengurusan OSS !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.