Pentingnya Mengurus Sertifikat Keahlian Kerja (Ska) Dalam Mengurus SIUJK

Pentingnya Mengurus Sertifikat Keahlian Kerja (Ska) Dalam Mengurus SIUJK

Tahukah Anda seberapa pentingnya mengurus SKA sebelum mengurus SIUJK? Bila Anda bergerak di bidang jasa konstruksi, tentulah Anda sudah sangat familiar dengan SIUJK atau surat ijin usaha jasa konstruksi. Jika ingin mendirikan usaha di bidang kontraktor, maka Anda akan sangat memerlukan suaat ijin ini untuk dapat menjalankan bisnis Anda. Akan tetapi, tentu lepas dari SIUJK, dalam pengurusannya sendiri sangat bersangkut paut dengan SKA.

Mengapa demikian?

Hal ini seperti yang diketahui, untuk mendapatkan SIUJK maka Anda perlu melalui beberapa tahap yaitu :

  1. Mendaftarkan perusahaan milik Anda kepada Asosiasi Badan Usaha untuk mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA)
  2. Anda perlu memiliki sejumlah tenaga ahli (tergantung klasifikasi untuk perusahaan), tenaga ahli tersebut harus memiliki Sertifikat Keahlian Kerja (SKA) atau secara awam juga disebut sertifikat ahli.
  3. Mengurus pembuatan Sertifikat Badan Usaha (SBU).
  4. Selanjutnya proses pembuatan SIUJK.

Dari tahapan-tahapan diatas, kita sudah tahu bahwa SKA sangat dibutuhkan sebelum melakukan pengurusan SIUJK. Bila, sebuah perusahaan akan mengurus pembuatan SIUJK namun tidak memiliki syarat yaitu tidak memiliki tenaga ahli bersertifikat ahli atau memiliki SKA. Maka proses pembuatan SIUJK pastinya tidak dapat dilakukan.

Baca : Prosedur Pengurusan Ijin Usaha Jasa Konstruksi Asing

Bagaimana Cara Memperoleh SKA?

Dilihat dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK) yang diatur dalam undang-undang No. 5 Tahun 2017 (“Peraturan LPJK 5/2017”) tentang Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Ahli. Maka Anda perlu memenuhi berbagai syarat pengurusan SKA yang harus dimiliki.

Adapun untuk tahapan pembuatan SKA yaitu :

  1. Mempersiapkan segala berkas yang diperlukan untuk pembuatan SKA. Adapun berkasnya yaitu :
  • Fotokopi Ijazah yang telah dilegalisasi oleh Lembaga Pendidikan yang menerbitkan ijazah, kantor pos, notaris atau Asosiasi Profesi penerima permohonan. Dengan ketentuan latar belakang pendidikan pemohon harus sesuai dengan kompetensi yang dimohonkan;
  • Informasi daftar pengalaman kerja yang sesuai dengan klasifikasi/subklasifikasi kompetensi kerja pemohon. Yang terstruktur dengan menggunakan formulir sebagaimana pada Lampiran 2 dari Peraturan LPJK 5/2017 yang ditandatangani oleh Pemohon dengan tinta warna biru dan tidak boleh menggunakan scan.
  • FC Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemohon yang masih berlaku
  • FC Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perorangan;
  • Surat Pernyataan dari Pemohon yang menyatakan bahwa seluruh data dalam dokumen yang disampaikan adalah benar dengan menggunakan formulir sebagaimana pada Lampiran 3 Peraturan LPJK 5/2017
  • Self assessment dilakukan melalui SIKI-LPJK Nasional (Sistem Informasi Konstruksi Indonesia LPJK Nasional).
  • Biasanya dibutuhkan pula pas foto ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar.
  1. Anda perlu tahu bahwa permohonan SKA untuk Ahli Muda dan Ahli Madya disampaikan kepada LPJK Provinsi sesuai dengan provinsi dimana KTP pemohon diterbitkan.
  2. Kemudian untuk permohonan SKA Ahli Muda dan Ahli Madya melalui Asosiasi Profesi yang tidak memiliki cabang, permohonan disampaikan kepada LPJK Provinsi.
  3. Permohonan SKA dapat disampaikan kepada LPJK dalam bentuk salinan softcopy.
  4. SKA dan SKT yang sah diterbitkan hanya oleh LPJK dan berlaku selama 3 tahun.

Pada dasarnya, mengurus SIUJK atau surat ijin usaha jasa konstruksi ada banyak berkas yang diperlukan. SKA adalah salah satu syarat penting untuk pengurusan SIUJK. Nah bila Anda menemui kendala dalam mengurus SIUJK, maka percayakan saja pada Kami Adhikari Kreasi Mandiri. Kami siap bantu Anda untuk mengurus SKA dengan mudah. Hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut.

Ketahui Biaya Pembuatan SBU Gapeksindo Disini

Ketahui Biaya Pembuatan SBU Gapeksindo Disini

Berapa sih biaya yang diperlukan untuk pembuatan SBU Gapeksindo? Mungkin Anda mengira bahwa biaya yang diperlukan untuk membuat SBU Gapeksindo ini mahal. Tapi Anda perlu tahu, SBU Gapeksindo ini memerlukan biaya yang mahal. Padahal perlu diketahui, bahwa pada dasarnya biaya untuk pembuatan SBU atau sertifikat badan usaha tersebut adalah murah. Hanya saja ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah faktor siapa yang mengurusnya. Bila Anda mengurusnya melalui biro jasa sbu yang tepat, tentunya biaya yang dibutuhkan lebih murah.

Nah sebelum membahas mengenai biaya yang diperlukan untuk biaya pembuatan SBU Gapeksindo, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pengurusannya diperlukan syarat tertentu. Salah satu syarat untuk mengurus SBU Gapeksindo adalah menjadi anggota asosiasi bidang pekerjaan ini yaitu Gapeksindo. Gapeksindo merupakan Gabungan Pengusaha Konstruksi Seluruh Indonesia. Setiap perusahaan konstruksi di Indonesia wajib untuk menjadi anggota ini. Terutama untuk konstruksi bagi bidang Sipil, Mekanikal, Arsitektur dan Tata Lingkungan.

Bila sudah tergabung dalam organisasi ini, Anda akan memperoleh KTA atau kartu tanda anggota. Nah KTA inilah yang nantinya dibutuhkan untuk syarat sebagai pembuatan SBU.

Apa Syarat Utama Pengurusan SBU Gapeksindo?

Bila Anda sudah memiliki KTA GAPEKSINDO, kemudian Anda akan mengurus SBU Gapeksindo, Anda juga harus memenuhi syarat lainnya yaitu :

  1. C Legalitas Umum
  2. Akte Pendirian & Perubahan beserta SK Kehakiman
  3. Domisili Usaha
  4. NPWP.
  5. SIUP
  6. TDP
  7. Copy Sertifikat Tenaga Ahli (SKT ataupun SKA)
  8. Sertifikat Tenaga Ahli
  9. KTP tenaga Ahli
  10. Ijazah

Biaya Pembuatan SBU Gapeksindo dan Prosesnya

Proses awal dalam pembuatan SBU gapeksindo adalah mulai membuat SKA atau SKT.  Untuk membuat SKA atau SKT ini syaratnya lebih sedikit. Disamping itu biayanya juga lebih ringan dibandingkan biaya pembuatan SBU. Setelah proses pembuatan SKA berhasil dilakukan, selanjutnya adalah melakkukan

Untuk biaya pembuatannya sendiri, yang diperlukan pembuatan SBU bisa mencapai Rp 10.000.000. Namu pastinya biaya akan lebih murah bila Anda menggunakan biro jasa yang sudah berpengalaman. Mereka akan membantu untuk mengurus pembuatan SBU untuk proses yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.

Kami Adhikari Kreasi Mandiri hadir untuk Anda melayani pembuatan SBU Gapeksindo bagi Anda yang ingin membuatnya. Kami akan membantu Anda dari mulai proses pengurusan berkas, hingga SBU siap untuk digunakan. Anda bisa konsultasikan kepada tim Kami untuk tanyakan informasi biaya yang diperlukan.

Inilah Jasa Pembuat Sertifikat Keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal

Inilah Jasa Pembuat Sertifikat Keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal

Bagi seorang ahli teknik mekanikal, maka sangat disarankan untuk memiliki sertifikat keahlian teknik mekanikal. Dengan memiliki sertifikat ini, maka Anda sudah terbukti dan dapat membuktikan bahwa Anda ahli di bidang ini. Akan tetapi, Anda perlu ketahui, untuk mendapatkan sertifikat ini tentunya tidaklah mudah. Karena Anda perlu memastikan bahwa Anda memenuhi syarat yang diajukan untuk keperluan sertifikat keahlian ahli teknik mekanikal tersebut.

Namun sebelum membahas mengenai syarat yang dibutuhkan untuk sertifikat keahlian ahli teknik mekanikal, apakah Anda tahu tentang sertifikat ini?

Mengenal Sertifikat Ahli Teknik Mekanikal

Ahli Teknik Mekanikal adalah ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur mekanikal pada bangunan tertentu atau di luar bangunan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi mekanikal.

Anda perlu tahu, setiap badan usaha yang akan melakukan pekerjaan konstruksi maka harus memiliki tenaga ahli yang berkualitas di bidangnya. Nah tenaga ahli tersebut dipersyaratkan memiliki pengakuan formal yang terdaftar di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi / LPJK. Sebuah badan usaha yang akan melakukan registrasi dan sertifikasi Izin Usaha Jasa Konstruksi tersebut tentunya harus memenuhi persyaratan  tenaga ahli yang bersertifikat / SKA sesuai bidang dan kualifikasi perusahaan.

Tenaga ahli tersebut akan ditetapkan oleh badan usaha sebagai Penanggung Jawab Teknik / PJT atau Penanggung Jawab Bidang / PJB. Untuk pengajuan permohonan registrasi tenaga ahli konstruksi tersebut di tujukan ke LPJK melalui Asosiasi Profesi yang di akreditasi LPJK dan berwenang melakukan validasi dan verifikasi permohonan SKA, penilaian klasifikasi dan kualifikasi.

SKA dibutuhkan oleh badan usaha disesuaikan dengan kualifikasi badan usaha serta bidang usaha yang dijalankan.

Kualifikasi Sertifikat Keahlian (SKA)

  1. SKA Ahli Muda

Untuk mendapat Sertifikat keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal Muda, seseorang harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Minimal Lulusan Teknik D3 sesuai bidang dengan masa pengalaman min. 5 tahun, atau
  • Lulusan Teknik S1 sesuai bidang dengan masa pengalaman min, 2 tahun.
  • Lulusan Teknik S2 sesuai bidang dengan masa pengalaman min, 1 tahun

 

  1. SKA Ahli Madya

Untuk mendapat Sertifikat keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal Madya, seseorang harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Minimal Lulusan Teknik S1 sesuai bidang dengan masa pengalaman min. 7 tahun, atau
  • Lulusan Teknik S2 sesuai bidang dengan masa pengalaman min. 2 tahun

 

  1. SKA Ahli Utama

Untuk mendapat Sertifikat keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal Utama, seseorang harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Minimal Lulusan Teknik S1 sesuai bidang dengan masa pengalaman min. 12 tahun, atau
  • Lulusan Teknik S2 sesuai bidang dengan masa pengalaman min. 5 tahun.

Berapa lama Masa Berlaku Sertifikat keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal ?

Nah masa berlaku SKA adalah selama 2 (dua) tahun sejak SKA tersebut dikeluarkan.

Apa saja syarat yang diperlukan untuk pembuatan Sertifikat keahlian 301 Ahli Teknik Mekanikal?

  • Poto Copy KTP
  • Poto Copy NPWP
  • Poto Copy Ijazah (minimal D3)
  • Daftar Riwayat Hidup – CV (Curriculum Vitae)
  • Pas Photo Berwarna Ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar

Itulah hal yang perlu Anda lakukan bila Anda akan mengurus sertifikat keahlian ahli teknik mekanikal. Bila ada pertanyaan, Anda bisa konsultasikan kepada Kami.

Perusahaan Pembuatan Sertifikat Keahlian Teknik Sipil

Perusahaan Pembuatan Sertifikat Keahlian Teknik Sipil

Sertifikat keahlian teknik sipil menjadi salah satu sertifikat yang harus dimiliki oleh orang yang bergerak di bidang teknik sipil. Sertifikat ini penting, bila Anda sebagai lulusan teknik sipil kemudian ingin memiliki sertifikat sebagai bukti Anda merupakan tenaga ahli di bidang tersebut. Anda bisa mengurusnya melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi atau LPJK yang merupakan pihak yang mengeluarkan sertifikat ini. Bagaimana pengurusannya? Anda bisa dengan menghubungi pihak LPJK langsung atau melalui jasa pembuatan SKA.

Klasifikasi SKA Teknik Sipil

Bila Anda ingin memiliki sertifikat ini, tentunya syarat utama yang perlu dilakukan merupakan Anda perlu memenuhi persyaratan. Adapun persyaratannya merupakan syarat yang berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/atau keahlian dalam klasifikasi bidang Sipil. Nah adapun klasifikasinya yaitu :

  • Ahli Teknik Bangunan Gedung

Ahli Teknik Bangunan Gedung merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan struktur bangunan gedung yang menguasai bangunan gedung.

  • Ahli Teknik Jalan

Ahli teknik Jalan merupakan ahli yang memiliki kompetensimerancang geometri dan struktur jalan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi jalan.

  • Ahli Teknik Jembatan

Ahli Teknik Jembatan merupakan ahli yang memiliki kompetensimerancang bentuk dan struktur jembatan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi jembatan.

  • Ahli Keselamatan Jalan

Ahli Keselamatan Jalan merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang, dan menilai seluruh aspek keselamatan jalan.

  • Ahli Teknik Terowongan

Ahli Teknik Terowongan merupakan ahli yang memiliki kompetensimerancang bentuk dan struktur terowongan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi terowongan.

  • Ahli Teknik Landasan Terbang

Ahli Teknik Landasan Terbang merupakan ahli yang memiliki kompetensimerancang bentuk geometri dan struktur landasan terbang, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi landasan terbang.

  • Ahli Teknik Jalan Rel

Ahli Teknik Jalan Rel merupakan ahli yang memiliki kompetensimerancang geometri dan struktur jalan rel, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi jalan rel.

  • Ahli Teknik Dermaga

Ahli Teknik Dermaga merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur dermaga, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi dermaga dan melakukan pengawasan pekerjaan dermaga.

  • Ahli Teknik Bangunan Lepas Pantai

Ahli Teknik Bangunan Lepas Pantai merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur bangunan lepas pantai, melaksanakan konstruksi bangunan lepas pantai.

  • Ahli Teknik Bendungan Besar

Ahli Teknik Bendungan Besar merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur bendungan besar, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi bendungan besar.

  • Ahli Teknik Sungai Dan Drainase

Ahli Teknik Sungai dan Drainase merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur sungai dan drainase, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi sungai dan drainase.

  • Ahli Teknik Irigasi

Ahli Teknik Irigasi merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur irigasi termasuk bendung, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi irigasi.

  • Ahli Teknik Rawa Dan Pantai

Ahli Teknik Rawa dan Pantai merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang bentuk dan struktur rawa dan pantai, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan konstruksi rawa dan pantai.

  • Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan

Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan merupakan ahli yang memiliki kompetensi merancang pembongkaran bangunan gedung sesuai kondisi lingkungan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pembongkaran bangunan.

  • Ahli Teknik Pemeliharaan Dan Perawatan Bangunan

Ahli Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan merupakan ahli yang memiliki kompetensi melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pemeliharaan dan perawatan bangunan.

  • Ahli Geoteknik

Ahli Geoteknik merupakan ahli yang memiliki kompetensi melaksanakan pengukuran dan uji kekuatan daya dukung tanah dan menilai jenis-jenis tanah pada lokasi yang akan didirikan bangunan

  • Ahli Geodesi

Ahli Teknik Geodesi merupakan ahli yang memiliki kompetensi melaksanakan pemetaan tanah dan atau laut dengan metoda teristis, fotogrameris, remote sensing maupun GPS yang diperlukan sebagai dasar merancang bangunan dan atau wilayah tertentu

Pengurusan Pembuatan Sertifikat Keahlian Tenaga Sipil

Bila Anda sudah memenuhi syarat tersebut, Anda kemudian bisa mengurus berkas apa saja yang diperlukan untuk kebutuhan pengurusan SKA. SKA sendiri juga disesuaikan dengan klasifikasinya, apakah termasuk dalam SKA ahli muda, SKA ahli madya atau SKA Ahli utama.  Hal ini dikarenakan masing-masing dari sertifikat tersebut membutuhkan syarat tersendiri yang berbeda-beda.

Untuk Anda yang bingung bagaimana pengurusannya dengan benar, Anda bisa konsultasikan kepada Kami Adhikari Kreasi Mandiri. Kami siap bantu Anda untuk pengurusannya. Hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut.

Layanan Pengurusan Sertifikasi Keahlian (SKA) Arsitek

Layanan Pengurusan Sertifikasi Keahlian (SKA) Arsitek

Pengurusan Sertifikat Keahlian (SKA) Arsitek sangatlah penting sekali.Bukan hanya penting, tapi sertifikat ini memang wajib untuk dimiliki. Meskipun banyak orang yang menyepelekan, pada dasarnya sertifikat ini memiliki tujuan dan pastinya memiliki banyak keuntungan bagi yang memilikinya. Namun sebelum kita membahas tentang manfaat dan tujuan dari kepemilikan sertifikat keahlian, kita bahas terlebih dahulu mengenai sertifikat keahlian arsitek lebih dekat.

Apa itu SKA?

SKA merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan atau keahlian tertentu. Misalnya untuk SKA arsitek. Mengapa seorang arsitek harus memiliki SKA? Seperti yang telah disebutkan, seorang aristek wajib memiliki SKA, hal ini dikarenakan setiap menggarap sebuah proyek arsitek diwajibkan memiliki sertifikat. Adanya sertifikat ini pulalah yang dijadikan sebagai jaminan untuk kompetensi seorang arsitek.

Selain itu diatur juga dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. Tentulah didalam undang-undang tersebut memberlakukan perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan mulai berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak diundangkan (tahun 2000).

Jenis-jenis SKA dan Syarat Untuk Mengajukannya

Anda perlu tahu, SKA arsitek itu sendiri terdiri dari beberapa jenis yang masing-masing harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Nah adapun jenis dan syarat pengurusannya adalah :

  • Arsitek Muda

 

  1. Telah mengikuti penataran kode etik
  2. Telah mengikuti 2 penataran strata (Strata 1 dan 2)
  3. Pendidikan minimum S1 Arsitektur
  4. Pengalaman kerja minimum 4 tahun akumulatif (4 tahun pengalaman + magang)
  5. Menangani 3 proyek perancangan dengan tata olah lengkap
  6. Mengisi dan melengkapi formulir permohonan SKA
  7. Bersedia diwawancara
  8. Lunas iuran anggota

 

  • Arsitek Madya

 

  1. Telah mengikuti penataran kode etik
  2. Telah mengikuti minimum 4 penataran strata (strata 1, 2, 3 dan 5)
  3. Pendidikan minimum S1 Arsitektur
  4. SKA Arsitek Muda, Pengalaman kerja minimal 2 tahun akumulatif (2 tahun setelah SKA Muda) S1, Pengalaman kerja minimal 6 tahun akumulatif, S2/S1 + 1 th PPAr, Pengalaman kerja minimal 2 tahun akumulatif
  5. Menangani 6 proyek perancangan dengan tata olah lengkap.
  6. Mengisi dan melengkapi formulir permohonan SKA
  7. Bersedia diwawancara
  8. Lunas iuran anggota

 

  • Arsitek Utama

    1. Telah mengikuti penataran kode etik
    2. Telah mengikuti minimum 6 penataran strata (Strata 1 s/d 6)
    3. Pendidikan minimum S1 Arsitektur
    4. Pengalaman kerja minimum 12 tahun akumulatif (untuk S1)
    5. Pengalaman kerja minimum 10 tahun akumulasi (untuk S1 + PPArs)
    6. Menangani 10 proyek perancangan dengan tata olah lengka; 1 di antaranya dengan tingkat kompleksitas tinggi
    7. Mengisi dan melengkapi formulir permohon

Langkah-Langkah Membuat SKA

Untuk dapat melakukan pengurusan SKA selain Anda perlu memenuhi syarat tersebut, Anda juga perlu melalui prosedur pengurusan yang jelas. Berikut adalah prosedur atau langkah-langkah pengurusan pembuatan SKA :

  1. Penyerahan formulir yang telah diisi dan melengkapi lampiran
  2. Menyelesaikan administrasi
  3. Pengisisan 13 kompetensi
  4. Verifikasi oleh tim assesment
  5. Pembuatan sertifikat oleh LPJK

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk mengurus sertifikat keahlian arsitek. Bagi Anda yang memiliki kendala waktu atau mungkin Anda sendiri tidak bisa mengurus sendiri maka Anda bisa menggunakan jasa pengurusan sertifikat keahlian Arsitek. Kami siap membantu Anda untuk mengurus pembuatan sertifikat keahlian arsitek untuk perusahaan Anda.

Sertifikat Keahlian (SKA) Bidang Konstruksi LPJKN

Sertifikat Keahlian (SKA) Bidang Konstruksi LPJKN

Buat Anda yang memiliki SKA atau sertifikat keahlian, Anda perlu tahu mengenai SKA lebih jelas. Baik mengenai aturan mengapa SKA itu penting untuk dimiliki atau syarat yang dibutuhkan. Ini merupakan hal yang penting, sebab dengan mengetahui lebih lengkap mengenai SKA, maka pastinya Anda juga akan dengan mudah untuk mendapatkannya, juga dengan mudah untuk perpanjangan SKA itu sendiri. Jika Anda belum mengetahui tentang peraturan tersebut, dan ingin mengetahuinya bisa Anda perlu simak informasi dari Kami.

Peraturan Mengenai SKA Bidang Konstruksi LPJKN

Ya, di Indonesia terdapat peraturan mengenai SKA yaitu :

  1. Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 04 Tahun 2011 Tentang Tatacara Registrasi Ulang, Perpanjangan Masa Berlaku dan Permohonan Baru Sertifikat Tenaga Kerja.
  2. Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Nomor 04 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 04 Tahun 2011
  3. Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Nomor 6 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Atas Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 04 Tahun 2011

Ketentuan Umum seperti dijelaskan dalam Perlem LPJKN No. 04 Tahun 2011 yang mengalami beberapa kali perubahan sebagai berikut :

  • Sertifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja dan keahlian kerja seseorang di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau keterampilan tertentu dan/atau kefungsian dan/atau keahlian tertentu.
  • Sertifikat adalah tanda bukti pengakuan atas kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan atau keahlian tertentu.
  • Sertifikat Keahlian Kerja yang selanjutnya disebut SKA adalah Sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/atau keahlian tertentu.
  • Registrasi adalah suatu kegiatan oleh LPJK untuk menentukan kompetensi profesi keahlian dan keterampilan tertentu, orang perseorangan dan badan usaha untuk menentukan izin usaha sesuai klasifikasi dan kualifikasi yang diwujudkan dalam sertifikat.
  • Sertifikat Keahlian (SKA) merupakan bukti kemampuan dan keahlian tenaga ahli untuk melaksanakan pekerjaan di sektor jasa konstruksi sesuai klasifikasi dan kualifikasi tenaga ahli yang diwujudkan dalam bentuk Sertifikat dan berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal dikeluarkan. Oleh karena itu maka setiap tenaga ahli jasa konstruksi harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dengan kualifikasi Ahli Muda, Ahli Madya atau Ahli Utama.
  • LPJK atau asosiasi profesi yang terakreditasi LPJK adalah lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat sesuai klasifikasi tenaga ahli konstruksi meliputi keahlian dibidang Arsitektur, Sipil, Mekanikal, Elektrikal, Tata Lingkungan dan Manajemen Pelaksanaan.

Kualifikasi Tenaga Ahli Konstruksi

Untuk saat ini terdapat beberapa kualifikasi mengenai SKA, adapun penetapan kualifikasi tenaga ahli konstruksi tersebut akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan, keahlian dan pengalaman kerja seorang tenaga ahli tersebut. Berikut kualifikasi pada SKA :

  1. Klasifikasi SKA Ahli Muda, kualifikasi keahlian memiliki latar belakang pendidikan teknik minimal D3 dengan pengalaman minimal 2 tahun atau berpendidikan S1 tanpa pengalaman kerja
  2. Klasifikasi Ahli Madya, kualifikasi keahlian memiliki latar belakang pendidikan teknik sesuai klasifikasi tenaga ahli, minimal D3 dengan pengalaman 5 tahun lebih atau S1 dengan pengalaman minimal 2 tahun
  3. Klasifikasi Ahli Utama, kualifikasi keahlian Memiliki latar belakang pendidikan teknik sesuai klasifikasi tenaga ahli, minimal S1 dengan pengalaman 8 tahun lebih atau S2 dengan pengalaman minimal 5 tahun.

Siapapun Tenaga ahli yang sudah memiliki SKA dengan kualifikasi muda dapat ditingkatkan atau up-grade menjadi ahli madya, dan tenaga ahli madya menjadi ahli utama.

Selain klasifikasi diatas, terdapat pula klasifikasi sertifikat Keterampilan (SKT, kualifikasi keterampilan Memiliki latar belakang pendidikan teknik minimal STM/SMK dengan pengalaman minimal 2 tahun atau memiliki keahlian sesuai bidang SKT yang dimohonkan. Ini digunakan untuk Kualifikasi K1, K2, K3

Dokumen Syarat Mendapatkan SKA

Dokumen Persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan SKA yaitu :

  1. Fotocopy Ijazah yang dilegalisasi oleh Lembaga Pendidikan yang menerbitkan ijazah, kantor pos, notaris atau Asosiasi Profesi penerima permohonan dengan ketentuan latar belakang pendidikan Pemohon harus sesuai dengan kompetensi yang dimohonkan.
  2. Daftar Pengalaman Kerja yang sesuai dengan klasifikasi / subklasifikasi kompetensi kerja Pemohon yang terstruktur dengan menggunakan formulir sebagaimana pada Lampiran 2 yang ditandatangani oleh Pemohon dengan tinta warna biru dan tidak boleh menggunakan scan
  3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemohon yang masih berlaku
  4. Fotocopy Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perseorangan; dan
  5. Surat Pernyataan dari Pemohon yang menyatakan bahwa seluruh data dalam dokumen yang disampaikan adalah benar dengan menggunakan formulir sebagaimana pada Lampiran 3. (Download Surat Pernyataan).
  6. Photo ukuran 3 x 4 warna dan melampirkan SKA lama untuk perpanjangan.
  7. Fotocopy paspor Pemohon yang masih berlaku yang dilegalisasi oleh Kedutaan/Perwakilan negaranya di Indonesia

Proses untuk pengurusan SKA kurang lebih 5-7 hari kerja tergantung dari dokumen dan persyaratan tersebut terkumpul. Apabila semua dokumen tersebut dapat dipenuhi dan telah memenuhi semua syarat, maka Anda bisa dengan mudah untuk mendapatkannya. Proses pengurusan SKA yang lebih penting apabila tidak dapat mengurusnya sendiri juga bisa melalui jasa pengurusan SKA yang telah berpengalaman.

Begini Tips dan Cara Mudah Urus Sertifikat

Begini Tips dan Cara Mudah Urus Sertifikat

Memiliki usaha bidang konstruksi, maka wajib bagi seseorang untuk mengetahui beberapa cara mudah urus sertifikat keahlian (SKA) Konstruksi LPJKN. Karena untuk mengurus SKA itu sendiri tidaklah semudah mengurus dokumen lain. Ada begitu banyak hal yang perlu diperhatikan dan juga dilakukan untuk segera mendapatkan sertifikat yang dibutuhkan tersebut.

Sebelum mengurus SKA, Anda sendiri juga harus tahu mengenai SKA. Mulai dari pengertian SKA, lembaga yang mengeluarkan SKA, dan lain-lain. Dengan mengetahui SKA lebih jauh tentunya Anda akan lebih mudah untuk mengurus dan memperpanjangnya.

Lalu apa itu SKA?

SKA itu sendiri merupakan sertifikat yang digunakan sebagai tanda yang diberikan oleh LPJK kepada tenaga ahli konstruksi dimana mereka telah memenuhi persyaratan kompetensi yang didasarkan pada disiplin keilmuan, keahlian, maupun kefungsian tertentu. Hal ini penting untuk keberlangsungan perusahaan konstruksi Anda.

Lalu Bagaimana Cara Mudah Mengurus SKA?

Bagi Anda yang ingin mengurus SKA, Cara mudah untuk dapat urus sertifikat keahlian (SKA) Konstruksi LPJKN agar sertifikatnya segera keluar adalah dengan melengkapi seluruh persyaratan yang diminta oleh pihak kantor LPJKN. Apabila Anda dapat denga cepat melengkapi semua persyaratan, maka pengajuan Anda pun akan segera ditangani. Nah untuk waktu penanganannya sendiri memakan sekitar 7 hari kerja. Pastinya waktu pengurusan SKA itu sendiri tidak terlalu lama dibanding SBU.

Namun perlu diketahui, dokumen yang menjadi persyaratan tersebut memang tergolong cukup banyak. Tapi, bukan berarti sulit untuk dipenuhi. Anda hanya perlu mengisi formulir yang disediakan dengan memberikan fotokopi KTP, ijazah pendidikan yang dilegalisir, fotokopi NPWP. Lalu Anda perlu memberikan surat pernyataan kebenaran dokumen, daftar riwayat hidup yang minimal mengandung pengalaman kerja 3 tahun, dan lain-lain.

Pada dasarnya persayaratan pengajuan SKA ini disesuaikan dengan golongan yang terdapat pada SKA, yakni ahli muda, ahli madya, dan juga ska ahli utama. Namun demikian meskipun tingkatannya berbeda, persyaratan yang dibutuhkan tidak terlalu memiliki banyak perbedaan. Karena yang jelas, Anda harus mengisi formulir selengkap mungkin dan juga melengkapi persyaratan umum lainnya agar cepat diproses SKA yang dibutuhkan.

Pendaftaran Penerbitan SKA Melalui Online

Nah tips mudah urus sertifikat keahlian (SKA) Konstruksi LPJKN yang berikutnya adalah melalui online. Hal ini seperti yang telah diketahui bahwa teknologi yang semakin maju, maka segala hal dapat dilakukan secara online. Termasuk untuk pengajuan penerbitan SKA untuk perusahaan konstruksi tersebut. Dengan adanya layanan online ini, maka pastinya Anda tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan memberikan segala dokumen persyaratan yang diminta oleh LPJKN.

Bagaimana Untuk Mengurus SKA Secara Online?

Untuk mengurus SKA secara online Anda bisa lakukan cara berikut :

  1. Mengunjungi situs resmi LPJKN,
  2. Klik pilihan untuk pembuatan SKA.
  3. Lalu mengisi formulir yang disediakan secara online,
  4. Kirimkan beberapa scan dokumen yang diperlukan melalui e-mail.
  5. Kemudian, Anda akan mendapatkan e-mail balasan dari pihak LPJKN yang memberitahukan SKA Anda akan segera diproses.
  6. Ketika sudah jadi, Anda akan kembali menerima e-mail.

Ketika dokumen SKA anda sudah jadi, anda akan menerima e-mail resmi dari LPJKN yang mengirimkan scan SKA yang sudah terdaftar.

Tips mudah urus sertifikat keahlian (SKA) Konstruksi LPJKN yang selanjutnya adalah Anda bisa mengecek di situs resminya apakah data yang tercantum sudah sesuai atau belum. Jika sudah, Anda bisa memberikan konfirmasi kepada pihak LPJKN yang kemudian dokumen aslinya akan dikirimkan melalui pos langsung kepada Anda sendiri. Jika Anda sendiri tidak mampu melakukannya sendiri karena keterbatasan waktu,  maka Anda bisa dengan menggunakan layanan biro jasa pengurusan sertifikat keahlian dari Kami. Kami siap melayani Anda.

Tujuan Kepemilikan SKA (Sertifikat Keahlian) Pada Bidang Konstruksi

Tujuan Kepemilikan SKA (Sertifikat Keahlian) Pada Bidang Konstruksi

Dalam menjalankan usaha pelaksanaan jasa konstruksi, tentunya sertifikat keahlian sangat diperlukan. Karena digunakan sebagai bukti bahwa perusahaan jasa konstruksi tersebut memiliki kepercayaan dari klien. Selain itu sertifikasi ini juga dijadikan sebagai  bukti adanya kompetensi kemampuan Anda yang tengah bergelut pada bidang tersebut. Sehingga bagi Anda yang bergerak di bidang di bidang ini wajib untuk memiliki sertifikat keahlian.

Apa itu Sertifikat Keahlian atau SKA?

Mungkin Anda sendiri sudah pernah mendengar tentang SKA, karena seringkali Sertifikat Keahlian (SKA) seringkali disandingkan dengan Sertifikat Keterampilan (SKT). Kedua sertifikat tersebut akan dibutuhkan untuk keperluan perusahaan jasa konstruksi. Tentunya adanya sertifikat keahlian, maka akan membuat seseorang dinyatakan telah memiliki keahlian ataupun keterampilan dalam sub bidangnya secara profesional.

Lalu, apa definisi dari Sertifikat itu sendiri? Nah, SKA atau yang biasa disebut dengan Sertifikat Keahlian Kerja, memiliki arti sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi tenaga ahli bidang Kontraktor atau Konsultan. Kualifikasi dari sertifikat keahlian itu sendiri ada 3 yaitu :

  1. Ahli Utama
  2. Ahli Madya
  3. Ahli Muda

Keberadaan sertifikat ini juga dijadikan sebagai syarat utama untuk pengurusan sertifikasi dan registrasi badan usaha bidang jasa konstruksi. Tujuannya adalah untuk ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) atau Penanggung Jawab Bidang (PJB) pada sebuah proyek konstruksi. Disamping itu, SKA juga akan dikeluarkan oleh asosiasi profesi jasa konstruksi yang telah terakreditasi yaitu Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Tujuan Kepemilikan Sertifikat Keahlian

Terdapat banyak tujuan yang dimiliki ketika Anda memiliki sertifikat keahlian diantaranya :

  1. Untuk Memenuhi Syarat Undang-Undang

Pertama tujuan memiliki sertifikat keahlian adalah untuk memenuhi syarat Undang-Undang. Di Indonesia sendiri, ada Undang-Undang yang mengatur tentang Jasa Konstruksi, tepatnya pada No 18 tahun 1999. Selain itu, terdapat pula Keppres dan SK Menteri tentang Pengadaan Jasa Konstruksi. Sebagai seorang pakar tenaga ahli Anda juga perlu memiliki sertifikat keahlian tersebut.

  1. Sebagai Bukti Pertanggung Jawaban Kepada Masyarakat

Kepemilikan sertifikat keahlian juga bertujuan untuk memenuhi syarat Undang Undang, sertifikasi keahlian ini juga bertujuan sebagai bukti pertanggung jawaban kepada masyarakat. Nah dengan adanya SKA, maka masyarakat pun akan mengakui kompetensi Anda sebagai seorang ahli dalam bidang konstruksi. Sebab SKA ataupun merupakan sebuah bukti nyata yang sah yang di keluarkan oleh LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

Baca : Syarat Pengurusan SBU Kontraktor Terbaru

  1. Sebagai Acuan Industri Konstruksi di Indonesia

Tujuan kepemilikan SKA yang selanjutnya untuk dijadikan acuan industri konstruksi khususnya di Indonesia. Sebagai pengguna jasa, tentu klien akan dapat melihat kualitas industri konstruksi di Indonesia melalui SKA yang dimiliki seseorang. Disamping itu,  ketika seorang tenaga ahli tersebut menangani proyek konstruksi, maka kemampuannya dilihat dari sertifikat SKA yang dimilikinya. Dalam hal ini, SKA juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menunjukkan kemampuan atau kompetensi seseorang di tingkat nasional serta juga bisa untuk skala international.

  1. Sebagai Penunjang Keberhasilan Proyek Konstruksi

Tujuan kepemilikan SKA selanjutnya adalah dapat digunakan sebagai penunjang keberhasilan sebuah proyek konstruksi.  Karena pada umumnya, sebuah proyek konstruksi beserta anggota tim lainnya harus memiliki sertifikat tersebut. Jika tidak, proses konstruksi akan berjalan lambat.

Dengan berbagai tujuan kepemilikan SKA, maka sudah seharusnya Anda untuk mengurus SKA. Anda bisa mengurus SKA melalui jasa dari Kami. Hubungi Kami sekarang juga !

Perusahaan Pengurusan Pembuatan SKA Ahli Utama (Sertifikat Keahlian Utama)

Perusahaan Pengurusan Pembuatan SKA Ahli Utama (Sertifikat Keahlian Utama)

Setiap Pekerjaan tentunya harus memiliki keahlian,Sama halnya dengan perusahaan Konstruksi.Ketika menjalankan pekerjaan konstruksi, perusahaan dengan kualifikasi Menengah (M1 dan M2) dan kualifikasi Besar (B1 dan B2). Maka harus memiliki tenaga ahli yang bersertifikat Keahlian Ahli Muda, Madya dan Utama. SKA Ahli Utama tersebut dipersyaratkan bagi perusahaan yang berkualifikasi Besar 1 & 2 (B1/B2), dengan nilai modal disetor yang tercantum dalam AKTA atau nilai kekayaan dalam SIUP senilai DIATAS Rp 50 Milyar keatas.

Untuk itu, bagi Anda yang sedang atau berencana untuk bekerja menjadi salah satu bagian di perusahaan konstruksi, pastikan andamemiliki SKA. Kami Kreasi Mandiri hadir membantu proses SKA-Sertifikat Keahlian hanya 1 hari kerja, terakreditasi LPJK dan terdaftar online di lpjk.net.

Proses & ketentuan SKA Ahli Utama

Untuk proses pembuatan SKA Ahli Utama, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih kode sub klasifikasi usaha konstruksi sesuai dengan tabel klasifikasi. Tiap 1 (satu) klasifikasi usaha, dibutuhkan 2 (dua) orang tenaga ahli yang bersertifikat SKA. Jika Anda akan membuatnya dan Anda menemui kesulitan, disini Kami siap membantu Anda menyesuaikan kode sub klasifikasi yang dijalankan dengan SKA. Tentu saja yang dibutuhkan sesuai dengan pekerjaan Anda dan tender konstruksi yang akan dijalankan.

Apabila Anda akan mengurus SKA Ahli utama pastikan terlebih dahulu Anda memiliki syarat ini :

  • Lulusan minimal S1 teknik jurusan sesuai klasifikasi yang dijalankan dengan pengalaman minimal 12 tahun. Atau
  • Lulusan s2 teknik sesuai sub bidang dengan pengalaman minimal 5 tahun.

Selanjutnya ditetapkan sebagai PJT atau Penanggung Jawab Teknik dan PJK atau Penanggung Jawab Klasifikasi. Perusahaan dengan kualifikasi Menengah & Besar ini, wajib berbadan hukum PT atau Perseroan Terbatas. Masa berlaku SKA Ahli Utama adalah 3 (tiga) tahun sejak diterbitkan, selanjutnya dapat melakukan pembaruan sertifikasi kembali.

Baca : Biaya Pengurusan SKA

Dokumen Persyaratan Pembuatan SKA Ahli Utama

Agar proses pengurusan sertifikasi keahlian ahli utama dapat dengan mudah diselesaikan, hal lain yang perlu dimiliki sebagai syarat yaitu :

  1. Foto copy/scan Ijasah, kirimkan kepada kami supaya kami bisa bantu cek kesesuaian antara jurusan dan bidang yang mau diambil. atau cek disini
  2. Foto copy/scan KTP
  3. Foto copy/scan NPWP
  4. Pas photo ukuran 3×4
  5. Melampirkan Curriculum Vitae (CV) yang berisikan pendidikan formal hingga non formal, serta menginformasikan pengalaman kerja Tenaga Ahli berikut nilai proyeknya.

Nah itulah beberapa syarat pembuatan sertifikasi keahlian ahli utama. Jika Anda menemui kendala, hubungi konsultan kami untuk mendapat informasi lebih lanjut. Kami akan bantu Anda untuk proses pembuatan sertifikasi keahlian selesai.

Ini Dia Sertifikat Keahlian Pada Bidang Konstruksi Yang Wajib Anda Tahu

Ini Dia Sertifikat Keahlian Pada Bidang Konstruksi Yang Wajib Anda Tahu

Membangun perusahaan yang bergerak di bdang konstruksi, tentu tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, perusahaan tersebut peru memiliki berbagai sertifikat keahlian jasa konstruksi sebagai syarat supaya proyek konstruksi dapat berjalan dengan lancar. Jika Anda bergerak di bidang konstruksi, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Misalnya, SKA, SKT, dan yang lain sebagainya. Sertifikat tersebut sangat berguna bagi kelancaran proses pembangunan pada bidang konstruksi.

Namun buat Anda yang baru akan membangun perusahaan konstruksi, tentu Anda masih bingung apa saja sertifikat yang diperlukan. Kali ini Kami akan berbagi informasi daftar sertifikat keahlian jasa konstruksi yang dibutuhkan.

Daftar Sertifikat Keahlian Jasa Konstruksi Yang Dibutuhkan

Berikut adalah daftar sertifikat yang harus Anda miliki :

  1. Sertifikat Keahlian Kerja (SKA)

Sertifikat yang pertama yang harus dipenuhi adalah Sertifikat Keahlian Kerja atau SKA. Ini merupakan sertifikat yang cukup penting bagi Anda yang sedang berkecimpung di bidang jasa konstruksi atau sebagainya. Karena sertifikat tersebut merupakan sertifikat yang menjadi bukti kemampuan profesi tenaga ahli dalam bidang konstruksi. Hal ini agar bisa ditetapkan menjadi penanggung jawab teknik atau penanggung jawab bidang.

Selain itu, SKA juga dapat diartikan sebagai sertifikat khusus sebagai bukti kompetensi tenaga ahli konstruksi. Biasanya, untuk sertifikat ini dikeluarkan oleh LPJK dengan persyaratan tertentu. Hingga pada saat ini terdapat  sekitar 37 sertifikat dari berbagai bidang konstruksi. Misalnya Arsitek, Elektrikal, Mekanikal, Sipil, Tata Lingkungan dan Manajemen Pelaksanaan Konstruksi.

  1. Sertifikat Keterampilan Kerja (SKT)

Sertifikat Keterampilan Kerja (SKT) juga menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang menggeluti bidang konstruksi. Sertifikat keterampilan kerja merupakan sertifikat yang memiliki fungsi sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi seseorang berdasarkan keterampilan kerja bidang Jasa Pelaksana Konstruksi (kontraktor). Sertifikat ini pada umumnya harus dimiliki untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT).

Baca juga : Cara cek keaslian SKA dan SKT

  1. Sertifikat Badan Usaha (SBU)

Dalam dunia jasa konstruksi Anda juga pasti mengenal Sertifikat Badan Usaha atau SBU. Karena sertifikat ini memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan yang menggeluti dunia konstruksi atau teknik sipil. Kepemilikan SBU menjadi sangat penting karena dapat dijadikan sebagai bukti sebagai pengakuan formal tingkat Kompetensi usaha jasa pelaksana konstruksi, usaha jasa perencana konstruksi, dan/atau jasa pengawas konstruksi (konsultan). Ini juga berguna sebagai perwujudan hasil sertifikasi juga registrasi badan usaha yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Baca juga : Cara Mudah Dapatkan SBU

  1. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

Daftar sertifikat keahlian jasa konstruksi yang wajib dimiliki selanjutnya oleh perusahaan jasa konstruksi. Hal ini sangat penting bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan konstruksi baik di lingkungan pemerintah atau Non-Pemerintahan. Karena SIUJK ini dikeluarkan langsung Pemda (Pemeritah Daerah) kepada suatu perusahaan jasa konstruksi supaya dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa konstruksi. Baik sebagai perencana konstruksi (konsultan), pelaksana konstruksi (kontraktor) atau sebagai pengawas dan perencana konstruksi (konsultan).

  1. The International Organization for Standardization ISO)

Meskipu sebenarnya ISO sendiri tidak sepenting sertifikat lainnya. Akan tetapi, dengan memiliki sertifikat yang satu ini akan dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan jasa konstruksi dalam memfasilitasi perusahaan untuk standarisasi pada tingkat internasional. Alasan mengapa perusahaan perlu memiliki ISO, yaitu untuk menerapkan standar-standar dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Termasuk perusahaan jasa konstruksi.

Selain itu, suatu perusahaan memerlukan sertifikasi ISO sebagai upaya memenuhi persyaratan kontrak sebuah tender proyek tertentu, yang meliputi:

  • ISO 9001 => Sistim Manajemen Mutu (Quality Management System)
  • ISO 14001 => Sistim Manajemen Lingkungan (Environment Management System)
  • OHSAS 18001 => Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja/ K3 (Occupational Health and Safety Management System)

Nah itulah daftar sertifikat yang harus harus dimiliki oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Semoga bermanfaat.